Buku yang paling aku suka sekarang yaitu Percy Jackson. Entah di bagian jalan ceritanya, atau karakter tokoh-tokohnya yang buat aku selalu ingat. Tapi, salah satunya yang paling aku suka di setiap serinya adalah sang penulis sendiri, Rick Riordan. Beliau membuat kata-kata seolah hidup, dan sangaaaat cerdasnya membuat seolah aku ini si Percy. Leluconnya juga nggak begitu garing, dan.... masih banyak lagi pujian kepada Riordan yang susah digubah ke bentuk huruf-huruf.
Tadi sudah disinggung sedikit tentang penulisnya, sekarang bagian isi dari bukunya. Seri kelima punya kesan yang menegangkan, lebih dari seri yang lain. Banyak juga kejutan yang tak diduga-duga. Kalau dulu, Olympia yang bermain peran hanya beberapa, tapi di seri ini semuanya mengambil peran, termasuk Hestia dan Demeter. Kepala konselor dari tiap kabin biasanya hanya beberapa kali memainkan dialog, tapi kali ini mereka seolah menjadi pemeran utamanya.
Dari awal, sudah ada kejutannya. Mulai dari Beckendroff dari kabin Hephaestus yang jadian sama Silena Beauregard dari Aphrodite. Beberapa halaman setelahnya, ia tewas bersama kapal Putri Andromeda yang meledak. Saat perang besar, sang kekasih menyusul kematiannya dengan berpura-pura menjadi Clarisse dari Ares dan melawan dracon. Mata-mata Kronos di perkemahan ternyata adalah gadis cantik ini. Awalnya, kukira Michael Yew dari Apollo.
Ramalan Besar yang selama ini dikeramatkan kepada Percy Jackson ternyata tertuju pada Luke Castellan, mantan kepala konselor kabin Hermes yang menjad pengikut Kronos--saking setia kepada tuannya itu, ia rela badannya dijadikan tempat bersemayam sang Raja Titan. Tapi masih ada sebagian kecil dari diri Luke yang tidak dikuasai Kronos. Setelah Annabeth meyakinkannya, ia berusaha keras untuk melawan kronos. Belati yang dulu diberikan kepada Annabeth sekarang kembali ke tangannya. Sesuatu yang tidak pernah dilakukan Luke terjadi. Ia melawan Kronos dengan cara menusuk perutnya dengan belati. Akhirnya jiwa kronos lenyap bersama jiwanya sendiri, namun Kronos tidak betul-betul lenyap melankan harus mencari tubuh yang baru.
Sebagai penghargaan karena telah berupaya menyelamatkan Olympus, para dewa menghadiahkan sebuah kejutan. Tyson yang memimpin pemberontakan melawan Typhon dijadikan jenderal tentara Olympus. Grover yang selama ini menjadi satir buangan, dijadikan Dewan Tetua Berkuku Belah dan mempunyai kekuasaan. Annabeth yang gemar di dunia arsitektur, diminta untuk merancang pembangunan Olympus kembali. Sedangkan Percy, ditawari sesuatu yang sangat tak terduga. Tidak semua pahlawan mendapatkannya, kecuali Hercules. Ia ditawari untuk menjadi dewa. Kalau aku jadi dia, aku pasti menerimanya. Kesempatan tidak datang dua kali. Tapi ia memikirkan teman-temannya, dan teringat kepada Beckendroff, Michael, dan Silena. Ia tidak bisa menerima kekekalan meskipun ia menginginkannya. Sebagai ganti, ia meminta para dewa untuk mengakui anak-anaknya dan tidak menelantarkannya. Ia teringat pada Luke yang merasa kurang perhatian sang ayah. Oh Percy, betapa murah hatinya dirimu. kau membuatku semakin jatuh cinta (?).
Rachel Elizabeth Dare kabur ke perkemahan bersama Blackjack, pegasus milik Percy dengan maksud ingin bertemu Oracle Delphi di Rumah Besar. Sebelumnya, ia mempunyai sedikit kemampuan membaca masa depan dan masa lalu. Percy takut Rachel akan seperti Ibu Luke yang gila karena mencoba menjadi Oracle yang dikutuk tidak bisa berpindah dari sosok mumi karena kutukan Hades. Tapi, mungkin kutukan itu telah terpatahkan dan Rachel akhirnya menjadi Oracle.
(maaf kalau kurang penting ya, sekedar sharing)
Rabu, 11 Agustus 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar